Permainan Judi Bola Resmi Di Indonesia

Permainan Judi Bola Resmi Di Indonesia

Semua Menang – Permainan judi bola sebelumnya pernah resmi di Indonesia dan dikelola oleh pemerintah. Hal ini adalah fakta bahwa Indonesia bukanlah negara yang bersih dari perjudian. Bahkan sampai sekarang masih banyak situs-situs judi yang beroperasi. Dibawah ini kami akan membahas tentang judi bola yang pernah resmi di Indonesia.

Judi Bola Pertama di Indonesia

Pada tanggal 28 Desember 1985 judi bola pertama di resmikan, diedarkan, dan dijual di Indonesia. Tujuan dari judi bola ini adalah untuk mengumpulkan dana masyarakat dalam pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di Indonesia. Porkas berdiri dibawah UU No 22 tahun 1954 tentang Undian yang bertujuan agar undian namun tidak menimbulkan berbagai keburukan sosial.

Porkas jauh berbeda jadi Toto KONI, porkas tidak menebak angka untuk memenangkannya melainkan menebak M-S-K (Menang, Seri, Kalah) dari pertandingan sepak bola. Selain itu porkas hanya berlaku di tingkat kabupaten tidak seperti Toto KONI yang menjangkau pelosok-pelosok. Porkas dilarang keras untuk anak-anak dibawah usia 17 tahun termasuk untuk menjual atau mengedarkannya.

Porkas menggunakan kupon sebagai undiannya yang terdiri dari 14 kolom dan diundi selama seminggu sekali setelah 14 grup sepak bola bertanding. Jadwal pertandingan ditentukan oleh PSSI dari jadwal pertandingan dalam hingga luar negeri. Kupon porkas ini dihargai sebesar Rp 300 dengan jaminan hadiah sebesar Rp 100 juta untuk pemenang dengan 14 tebakan yang benar.

Penarikan Porkas

Pada tanggal 11 Januari 1986 penarikan pertama kupon porkas dilakukan. Sampai akhir Febuari ditahun yang sama, dana bersih yang dikumpulkan melalui program ini mencapai Rp 1 Miliar. Pertengah tahun 1986, penjualan kupon porkas melalui loket-loket resmi. Para pengedar kupon yang menyimpang akan langsung dipecat oleh Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS).

Pada bulan Oktober 1986, dana Porkas yang terkumpul sudah mencapai Rp 11 Miliar dari target Rp 13 Miliar. Dari jumlah ini, KONI Pusat Mendapat Rp 1,5 Miliar, KONI daerah Rp 4,5 Miliar, PSSI Pusat Rp 1,4 Miliar, Kantor Menpora Rp 250 juta, Asia Games X Seoul Rp 250 juta, administrasi antara Rp 8,5 Miliar dan Rp 9 Miliar, dan Rp 4 Miliar didepositkan sebagai Dana Abadi.

Akhir tahun 1987, secara resmi Porkas berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah atau KSOB. Dalam KSOB terdapat dua macam kupon yang berisik tebakan sepak bola. Yang ditebak bukan lagi M-S-K melainkan hasil akhir pertandingan sepak bola dari babak pertama dan babak kedua. Kupon KSOB kedua berisi tebakan sepak bola dan tebakan huruf. Dalam kurun waktu Januari-Desember 1987 KSOB berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 221,2 Miliar.

Demikian penjelasan Judi Bola di Indonesia yang pernah di legalkan dengan tujuan yang baik. Memang bentuknya tidaklah seperti perjudian melainkan sebuah undian berhadiah. Namun dari proses cara mendapatkan hadiahnya sangat jelas seperti mix parlay yang saat ini menjadi favorit para penjudi bola di Indonesia.

Tulisan ini dipublikasikan di Sejarah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *